77 Tahun Hari Pahlawan
Swarapita.com, Jakarta – Pada saat kita, bangsa Indonesia memperingati hari pahlawan ke 77, ditahun 2022, akan tertinggal sedikit sekali warga yang mengalami proses tersebut. Peristiwa ini, menggambarkan besarnya perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan, yang baru terikrar di 17 Agustus 1945.
Pertempuran rakyat Indonesia, dengan jati diri seutuhnya, tanpa pengalaman, tanpa perbekalan ilmu, bahkan dengan senjata seadanya, melawan pasukan Inggris yang terlatih dan terkoordinir, serta sudah berpengalaman dipertempuran pertempuran di wilayah Asia lainnya. Hal ini menjadi catatan terberat, dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pada masa itu. Sejarah mencatat, sejumlah 20.000 rakyat sipil Jawa Timur, menjadi korban dalam pertempuran ini, dan 1.600 prajurit Inggris terlatih tewas. Pertempuran yang demikian ganas, terjadi selama tiga minggu, pada akhirnya dapat dimenangkan melalui kobaran semangat Bung Tomo dengan para ulama serta tokoh agama lainnya.

Sutomo, sering disebut dengan Bung Tomo. Putra asli kelahiran
Surabaya Jawa Timur, putra dari priyayi golongan menengah, yang bekerja sebagai pegawai pemerintah. Ibunya seorang anak pengusaha distributor alat jahit Singer, yang sangat terkenal hingga saat ini, dan merupakan tokoh pergerakan perempuan Sarekat Islam. Bung Tomo wafat pada tanggal 7 Oktober 1981, 36 tahun kemudian setelah pertempuran 10 November 1945 tersebut.
Menjadi menarik dikaji, jika tidak karena pengaruh dan ilmu agama, maka hal-hal seperti tersebut, yaitu tentang membangunkan semangat perjuangan, nilai-nilai patriotisme bangsa Indonesia, sulit dipercaya. Hanya dengan kobaran membakar jiwa rakyat Indonesia, dapat mempertahankan kemerdekaan, dan tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri. Perlu kerja sama, dalam mempertahankan cita cita luhur bangsa dan persatuan seluruh umat. Sehingga mempertahankan jengkal tanah Indonesia, bukan hanya menjadi cita-cita, namun akan menjadi keniscayaan.
Sejarah tidak harus menghapus peran ulama-santri, para tokoh agama lainnya, sebagai symbol perlawanan terhadap datangnya kaum asing di bumi Indonesia. Sejarah tetaplah sejarah, yang harus diingat, dicatat dan dipelajari. Adanya korban jiwa, keluarga yang tertinggal, perlu dihormati. Para pahlawan melakukan semua demi generasi kedepan, mereka sangat minim dengan teknik-teknik pengorganisasian pergerakan, namun para pahlawan telah teruji, berani memasuki suatu era baru dalam kehidupan berbangsa, yaitu era kemerdekaan yang bebas dari penjajahan.
Sebagai penerus bangsa, semangat perlawanan tersebut, akan menjadikan semangat menuju Indonesia yang adil dan makmur, setara dengan bangsa lain didunia, serta semangat juang Bung Tomo serta 20.000 korban dalam pertempuran tersebut, masih tetap hidup dan tidak terpadamkan.
Selamat Hari Pahlawan, 10 Nopember 2022
