Strategi Prabowo Hadapi Kenaikan Tarif Import USA
Swarapita.com, Jakarta – Indonesia menjadi salah satu negara yang terkena dampak kebijakan tarif impor sebesar 32 persen dari Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa mereka menerapkan tarif bea masuk untuk 180 negara per Rabu (2/4/2025).
Sebagai salah satu negara terdampak, Indonesia mempunyai strategi mengembangkan perekonomian nasional.
Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) menilai bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto dalam memahami hubungan internasional dan perdagangan global menjadi kekuatan dalam menjaga kestabilan ekonomi di Indonesia.
“Dalam menghadapi tantangan global, termasuk kebijakan tarif baru Amerika Serikat, Presiden Prabowo menunjukkan ketajaman melihat dinamika geopolitik,” kata Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan Noudhy Valdryno dalam keterangannya pada Kamis (3/4/2025)
Apa saja strategi pemerintah Indonesia? Berdasarkan PCO, Indonesia memiliki tiga strategi mempertahankan geliat perekonomian nasional saat dunia sedang tidak menentu, yakni: 1. Memperluas mitra dagang PCO menganggap bahwa langkah Prabowo dalam memperluas mitra dagang merupakan yang paling siginifikan sejak dilantik. Selama ini, Indonesia telah menandatangani berbagai perjanjian dagang baik secara bilateral maupun multilateral.
