Pakar Kemaritiman Dukung Prabowo Selesaikan Ambalat dengan Cara Baik

0 24

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Swarapita.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bersuara perihal Ambalat di Laut Sulawesi. Diketahui, hal itu menjadi sengkarut yang tak kunjung usai antara Indonesia dengan Malaysia. Menurut Prabowo, sengkarut itu harus diselesaikan dan antara kedua negara diyakini memiliki niat yang baik.

 

“Ada itikad baik dari dua pihak. Intinya kita mau punya penyelesaian baik,” kata Prabowo saat kunjungan kerja ke Bandung, Kamis (7/8/2025).

 

Menanggapi hal itu, Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC), Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, menilai sikap Presiden Prabowo Subianto menyejukkan dan visioner.

 

“Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak menginginkan konflik terbuka dengan Malaysia, jelaslah bahwa hal tersebut mempunyai itikad baik,” yakin Hakeng.

 

Hakeng mengungkap, pendekatan khas kepemimpinan Presiden Prabowo dikenal mengedepankan prinsip “peaceful assertiveness”— tegas menjaga kedaulatan, namun tetap mengutamakan dialog dan perdamaian.

 

“Dalam konteks hubungan Indonesia-Malaysia yang memiliki sejarah, budaya, dan hubungan ekonomi yang erat, pendekatan ini dipandang sangat relevan dan strategis,” puji dia.

 

Hakeng percaya, Presiden Prabowo memahami kedaulatan penting. Namun dia menyadari hubungan diplomatik yang stabil jauh lebih bernilai dalam jangka panjang.

 

Dia menyarankan, pendekatan Indonesia sebaiknya tidak berhenti pada penguatan klaim istilah ‘Ambalat’, tetapi juga membuka kemungkinan kerja sama teknis yang lebih konkret. Salah satunya adalah melalui skema Joint Development Authority (JDA), yakni bentuk kerja sama bilateral untuk pengelolaan wilayah sengketa secara bersama.

 

“Jadi, JDA bisa sebagai langkah pragmatis yang dapat menurunkan ketegangan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi kedua negara. Maka jika ini dikembangkan secara transparan dan adil, JDA bisa menjadi solusi win-win. Kedua negara bisa berbagi hasil sumber daya alam, sembari tetap berproses dalam penetapan batas maritim resmi di bawah kerangka hukum internasional,” Hakeng memungkasi.

 

Sebagai informasi, Blok Ambalat sendiri memiliki nilai strategis yang besar. Berdasarkan studi geologi dan data eksplorasi, kawasan ini mengandung potensi minyak dan gas bumi yang signifikan.

 

Diketahui, fakta tersebut menjadikan sengketa Ambalat tidak hanya bernuansa politis, tetapi juga sangat ekonomis. Oleh karena itu, kerja sama kedua negara akan membuka peluang menghindari kerugian bersama yang ditimbulkan dari stagnasi politik.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...