Swarapita, Jakatta –  Wakil Menteri Pertanian yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) melepas bantuan untuk korban bencana di Bandung Barat (Jawa Barat) dan Pemalang (Jawa Tengah). Bantuan tersebut berasal dari pengurus HKTI dan donator lainnya dikirim menggunakan 10 truk tersebut diperkirakan nilainya mencapai Rp 1 miliar.

“Pada saat saya meninjau lokasi bencana, memamg yang meninggal cukup banyak, tapi cover areanya lebih kecil dibandingkan bencana yang terjadi di tiga provinsi Sumatera yang cover areanya luas dan korbannya juga banyak,” katanya saat melepas bantuan dan membuka Pasar HKTI di Gedung Kementerian Pertanian, Selasa (10/2).

Karena itu, bantuan yang diberikan kepada korban disesuai dengan kondisi korban dan lokasinya. Pada awalnya, memang yang dibutuhkan korban adalah bantuan kedaruratan seperti selimut dan yang sifatnya kedaruratan.

Namun ke depan, kata Sudaryono, HKTI akan mengawal proses rehabilitasi lokasi bencana. Misalnya, penanganan sawah petani yang rusak. Bahkan di lokasi bencana Bandung Barat dan Pemalang, ternyata lokasi lahannya miring dan tidak ada tanaman kerasnya, sehingga mudah tergerus air.

Dengan kondisi seperti itu, Sudaryono mengatakan, HKTI akan mengawal rencana pemerintah untuk melakukan reboisasi lahan. Misalnya, dengan penanaman pohon keras di sela tanaman sayuran atau hortikultura lainnya.

“Karena dataran tinggi, nantinya bisa kita tanami kopi, dan tanaman buah lainnya seperti duren atau kelengkeng yang bisa menyerap. Jadi nanti kita tumpang sari antara tanaman sayur dengan tanaman perkebunan,” tuturnya.

Sudaryono melihat dengan masifnya media sosial, penanganan bencana di beberapa lokasi relatif berjalan baik. Apalagi kecenderungannya, masyarakat Indonesia suka berbagi. “Jadi jelas, ketika terjadi bencana, kedaruratannya kita atasi terlebih dahulu, kemudian kita rehabilitasi,” katanya.

Langkah selanjutnya adalah bagaimana menyelesaikan penyebab terjadi bencana tersebut. “Jangan sampai penyebabnya kita biarkan, sehingga bisa terjadi bencana yang lebih besar lagi,” tegasnya. Sebagai organisasi, HKTI juga siap membantu pemerintah dalam mengatasi persoalan bencana alam.

Pasar Murah

Terkait dengan kegiatan Pasar HKTI, Sudaryono mengatakan, gelar pasar murah HKTI dalam kaitannya menjelang bulan Ramdhan. Sebagai mitra pemerintah, HKTI membantu pemerintah menyediakan pangan yang murah dan terjangkau masyarakat.

HKTI saat ini menurut Sudaryono adalah HKTI yang satu dan tidak ada dualisme lagi. Jadi HKTI satu dan mempersatukan. HKTI juga kembali ke khitah. Berkaca saat HKTI dibentuk era Presiden Soeharto, HKTI adalah bagian dan mitra pemerintah.

“Jadi HKTI sekarang kembali ke khitah menjadi mitra pemerintah,” ujarnya. Apalagi pengurus HKTI saat ini banyak yang berasal dari pejabat pemerintah, termasuk beberapa wakil menteri. Bahkan Presiden Prabowo Subianto adalah Dewan Pembina HKTI.

Karena itu Sudaryono berharap, HKTI bisa menjadi tambahan sebagai mata, telinga, jembatan dan corong pemerintah pusat. Meski saat ini sudah ada penyuluh pertanian di daerah dan penggiat pertanian. “Nah HKTI ini melengkapi, menambahkan, bukan menghilangkan yang sudah ada,” ujarnya.

Dengan demikian, harapannya swasembada yang Presiden Prabowo Subianto canangkan bisa berkelanjutan. “Jadi kita ingin full menyokong upaya pemerintah mencapai swasembada berkelanjutan,” tegasnya.

Comments (0)
Add Comment