Swarapita.com, Jakarta –
Dalam rangka memperingati hari ibu ke-97, peran ibu kembali ditegaskan sebagai pilar utama dalam menjaga ketahanan keluarga, ditengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin berkembang.
Kaum ibu, tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga sebagai penggerak perubahan, melalui karya, kreativitas dan kontribusi nyata diberbagai disiplin ilmu.
Ketahanan keluarga merupakan pondasi terpenting bagi ketahanan keluarga. Di dalam keluarga, kaum ibu memegang peran startegis dalam membangun nilai-nilai moral, pendidikan karakter, ketahanan pangan keluarga, serta menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga. Melalui beragam peran ganda yang dijalan kaum ibu nembuktikan, bahwa karya dan pengabdian dapat berjalan secara paralel.
Peringatan Hari Ibu ke-97, menjadi refleksi atas dedikasi kaum ibu yang terus berkarya, baik di ranah domestik maupun publik.
Banyak nya kaum ibu yang aktif sebagai pelaku usaha mikro, penggerak komunitas, pendidik, hingga pemimpin organisasi sosial dan politik, tanpa perlu meninggalkan peran utamanya di rumah.
Berbagai kegiatan Peringatan Hari Ibu ke-97, diisi dengan beragam kegiatan, mulai dialog, edukasi dan apresiasi terhadap ibu ibu yang mendedikasikan diri nya bagi kemajuan kaumnya. Seluruh rangkaian peringatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran kolektif, bahwa ketahanan keluarga tidak dapat dilepaskan dari nilai nilai pemberdayaan perempuan.
Melalui peringatan ini, kaum ibu dari masa ke masa, mengharapkan dukungan yang lebih luas terhadap perempuan berkarya, berdaya dan ikut aktif dalam pembangunan bangsa. Melalui ibu yang kuat dan berdaya, akan melahirkan keluarga tangguh, yang dapat menjadi pondasi bagi bangsa dan masyarakat yang berkelanjutan.
Peringatan Hari ibu, bukan sekedar peringatan, tetapi mengingatkan, bahwa ibu adalah kekuatan utama dalam menjaga nilai, ketahanan dan keluarga masa depan Indonesia.
SELAMAT HARI IBU ke -97
Athea Sarastiani
Direktur Kajian Swarapita