Swarapita.com, Bantul – PRESIDEN Prabowo Subianto sempat mengira Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai kapten dari pasukan khusus. Prabowo mengaku pangling melihat penampilan Hamengku Buwono X saat menghadiri peresmian Jembatan Kabanaran di Poncosari, Srandakan, Kabupaten Bantu
“Terima kasih Sri Sultan. Saya juga tadi pangling, Sri Sultan juga tambah muda kelihatannya,” kata Prabowo saat memberikan sambutan dalam peresmian Jembatan Kabanaran di Bantul, Rabu, 19 November 2025 dipantau YouTube Sekretariat Presiden. “Saya kira tadi kapten dari pasukan khusus,” ucap Prabowo.
Pada peresmian itu, Hamengku Buwono X mengenakan kemeja putih dan celana hitam. Dia juga mengenakan topi berwarna hitam. Sri Sultan Hamengku Buwono X berdiri di samping sejumlah menteri ketika peresmian itu dilakukan. Para menteri itu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Presiden Prabowo Subianto pada Rabu ini meresmikan Jembatan Kabanaran di Kabupaten Bantul. Kepala Negara juga meresmikan empat proyek infrastruktur lain secara hybrid dari berbagai daerah di Indonesia. Keempat proyek itu adalah Underpass Gatot Subroto di Sumatera Utara, Jembatan Sungai Sambas Besar di Kalimantan Barat, Underpass Joglo Surakarta dan Flyover Cangguk di Jawa Tengah.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam meningkatkan pemerataan ekonomi serta kualitas hidup masyarakat. Pembangunan ini juga diyakini dapat mendukung industri pariwisata.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan bahwa peresmian ini menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas lahan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Total kami meresmikan pada hari ini adalah 2 jembatan, 2 underpass, dan 1 flyover ada di 4 provinsi, total biaya yang dikeluarkan Rp 1,97 triliun,” ujar Dody.
Doddy mengatakan peresmian jembatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah mempersiapkan kelancaran mobilitas masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Peresmian Jembatan Kabanaran dan proyek-proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperlancar arus barang dan jasa, serta meningkatkan keselamatan transportasi.