Gemira Kota BEKASI, Bersiap Untuk Menghadapi Bulan Ramadhan
Swarapita.com, Kota Bekasi – Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira), yang merupakan salah satu sayap Partai GERINDRA yang berfokus pada kegiatan ke Islaman, dan didirikan mengingat besarnya warga muslim yang menjadi kader di Partai GERINDRA.
“Gemira Kota Bekasi akan membuktikan kedekatan kami dengan para ulama, Habaib dan kaum muslimin lainnya dengan menyelenggarakan majelis taklim serta mengikuti majelis taklim yang ada di lingkungan sekitar kita,” ungkap Sekretaris Gemira Kota Bekasi, Dedi Mulyana, Kamis, 2 Maret 2023.
Selanjutnya Dedi menerangkan bahwa Gemira Kota Bekasi selain mendirikan taklim juga menyelenggarakan acara-acara keagamaan seperti, Maulid Nabi Muhammad SAW serta mengisi kegiatan di bulan suci Ramadhan seperti, memberikan santunan kepada yatim piatu dan kaum dhuafa, buka puasa bersama di masjid-masjid agar bersatu padu dalam ukuwah Islamiah sehingga para kader, relawan maupun simpatisan Partai Gerindra memiliki bekal iman islam yang bermanfaat bilamana mengemban tugas sebagai wakil rakyat.
“Jadi kalau sudah mempunyai bekal agama yg kuat akan menjadi amanah dan jujur dalam menjalankan tugasnya, aamiin yaa robbal alamin,” ucap Dedi.
“Apalagi kalau Partai GERINDRA memiliki pemimpim dan anggota yang beriman maka, Partai Gerindra akan menjadi partai yang selalu di cintai oleh rakyat Indonesia,” lanjut Dedi.
Secara nasional, 87 % penduduk Indonesia memeluk agama Islam, sehingga suatu kewajaran jika bapak H. Prabowo Subianto selaku Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra menyediakan wadah tersediri bagi kaum muslimin yang bergabung dalam politik sekaligus tetap mendalami kajian kajian keagamaan, khususnya agama Islam.
Seperti diketahui dan telah banyak diberitakan bahwa kedekatan Prabowo dengan para ulama sudah berlangsung lama, sejak Prabowo masih aktif dinas sebagai TNI, dimana ada semacam ‘tradisi’ yang dilakukan oleh para prajurit TNI yang diberi tugas ke satu yang sedang bergejolak atau biasa disebut daerah konflik, akan meminta ijin kepada atasannya untuk menemui guru ngaji atau para kiai agar didoakan dan diberikan keselamatan selama menjalankan tugas di daerah konflik.

Kebiasaan untuk sowan kepada ulama atau kiai masih terus dilakukan oleh Prabowo hingga saat ini seperti diungkapkan oleh Sekjen Partai Gerindra, H. Ahmad Muzani saat Prabowo berkunjung ke JawaTimur pada Desember tahun lalu.

“Alhamdulillah hari ini Pak Prabowo berkunjung ke Jawa Timur, beliau hari ini bertemu para ulama, pemimpin ponpes, kiai-kiai sepuh di Jatim. Beliau ingin mendengar langsung dari para tokoh, para pemimpin ponpes di Jatim yang setiap hari bergulat, bergumam di tengah-tengah masyarakat tentang berbagai hal,” kata Muzani, Senin (26/12/2022).

“Pak Prabowo sebagai Menhan, beliau merasa pertahanan negara adalah kerja bareng untuk mempertahankan negara, beliau perlu mendengar (masukan) ulama, tokoh masyarakat, tentang berbagai persoalan,” jelasnya.
![]()
Prabowo tidak hanya dekat dengan para kiai dan para ulama besar, akan tetapi juga menghormati organisasi-organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadyah, bahkan cucu pendiri NU Hasyim Ashari, Gus Irfan adalah Waketun Gerindra.

Prabowo Subianto diketahui juga mendukung pondok pesantren serta berkontribusi atas pemeliharaan 100.000 mesjid di seluruh Indonesia dengan memberikan kendaraan operasional

kepada Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di daerah-daerah saat milad ke-45 BKPRMI di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu, 30 Oktober 2022.0

Partai Gerindra mendukung larangan PBNU agar NU tidak dibawa-bawa ke politik praktis maupun politik identiras termasuk kontestasi Pilpres 2024. Menurut Gerindra, NU sudah selayaknya netral dalam pesta demokrasi 2024 mendatang.

“Saya kira pernyataan itu bagus karena NU kan bukan organisasi partai politik, jadi harus netral,” ujar Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani di Sekretariat Bersama koalisi Gerindra-PKB, Jalan Mangunsarkoro, Menteng, Jakarta Pusat.
🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Prabowo Presiden 2024
Gerindra menang 🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩
