KEWAJIBAN BERKHITAN BAGI UMAT MUSLIM

0 68

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Swarapita.com, Kota Bekasi – Bagi umat Islam, khitan dilaksanakan untuk melengkapi perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang dikukuhkan dalam Hadistnya “Hilangkanlah rambut kekafiran yang ada padamu dan berkhitanlah.” (HR. Abu Daud).

Perintah ini, tentunya memberikan manfaat bagi laki-laki, seperti (1) Kebersihan; (2) Penurunan resiko infeksi saluran kandung kemih; (3)  Penurunan resiko infeksi seksual; (4) Mencegah masalah peradangan pada alat kelamin laki-laki, serta; (5) Penurunan resiko kanker. Perlakuan khitan ini, dikenal sejak nabi Ibrahim AS,yang dikhitan saat berusia 80 tahun, sehingga secara pemikiran kita, khitan menjadi fitrah untuk membuang sebagian yang tidak bermanfaat.

Kemampuan ekonomi masyarakat, secara global, bisa dibilang menurun, ditingkat kesejahteraan keluarga, termasuk Indonesia, akibat COVID-19. Sehingga penundaan kegiatan khitan pada anggota keluarga, menjadi alternatif, khususnya keluarga Kota Bekasi. Program khitanan, yang didukung oleh Bapak. Hasyim Djojohadikusumo, ditargetkan bagi keluarga Indonesia, yang terdampak ekonomi Covid-19, dimana banyaknya perusahaan yang harus rehat dan melakukan pemutusan kerja, akibat ketidak mampuan dunia usaha bertahan, sepanjang gelombang COVID-19, tersebut.

Dukungan tersebut disambut gembira oleh Perempuan Indonesai Raya Kota Bekasi, Ir. Hj. Athea Sarastiani MM, sebagai ketua, melaksanakan kegiatan ini, di Sabtu tanggal 20 Agustus 2022, bersamaan memperingati Hari Anak Nasional di bulan Juli 2022 lalu dan Hari Kemerdekaan Indonesia di 17 Agustus 2022, kegiatan khitanan massal bagi masyarakat yang membutuhkan, sebagai perjuangan menjalankan perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam..

 

Tim pengabdi Dokter Keliling Ambulance Partai Gerindra,, turun tangan ke pos komando pemenangan Roemah Djoeang Prabowo – Kota Bekasi, mengadakan pengabdian kepada masyarakat, sebanyak 31 anak, rentang usia 2,5 – 13 tahun.

Tahapan dan langkah strategis dilakukan, mulai dari indikasi pemberian bantuan, mengingat bantuan ini bersifat gratis untuk membantu meringankan permasalahan keluarga prasejahtera menunaikan perintah agama.

Sebagai kesimpulan, pengabdian masyarakat bersama Perempuan Indonesia Raya Kota Bekasi, berjalan dengan baik dan lancar, semua peserta khitan mendapat obat obatan untuk mengantisipasi komplikasi yang tidak diharapkan, sesuai arahan dokter. Anak-anak merasa bahagia, karena didamping orang tua, atau wali anggota keluarganya.

*AS – Direktur Lembaga Kajian Swara Perempuan Indonesia.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments
Loading...